Fluktuasi harga naik dan turunnya suatu saham di pasar bursa dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara kekuatan permintaan dan penawaran di lantai bursa. Faktor fundamental utama mencakup kinerja keuangan emiten seperti pertumbuhan pendapatan, perolehan laba bersih, efisiensi operasional, serta kebijakan dividen yang dibagikan kepada investor. Di samping itu, faktor makroekonomi eksternal turut memberikan dampak signifikan, meliputi tingkat suku bunga acuan bank sentral, inflasi, stabilitas nilai tukar mata uang, kondisi geopolitik global, serta tingkat kepercayaan investor terhadap prospek sektor industri terkait. Sentimen pasar jangka pendek, berita spekulatif, dan aksi korporasi juga sering kali memicu volatilitas harga saham secara harian.