Siapa pemilik DCII?

Written by Editorial Team | Last Updated: August 2026

Kepemilikan saham pengendali PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dipegang secara kolektif oleh empat nama besar dunia usaha dan teknologi Indonesia, yaitu Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, Han Arming Hanafia, dan Anthoni Salim. Berdasarkan laporan registrasi efek, Otto Toto Sugiri menjabat sebagai Presiden Direktur sekaligus pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 29,9 persen. Marina Budiman menguasai sekitar 22,51 persen, Han Arming Hanafia memegang sekitar 14,11 persen, dan taipan Anthoni Salim melalui kelompok bisnisnya menggenggam sekitar 11,12 persen saham. Sisa sahamnya dimiliki oleh publik melalui mekanisme perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Keempat tokoh kunci ini menjadi arsitek utama di balik kesuksesan operasional pusat data berstandar internasional paling tepercaya dan terbesar di kawasan regional Asia Tenggara saat ini.

Related FAQs

Pour générer 10 000 derevenusmensuelsendividendes,soit120000 par an, le montant du capital requis dépend directement du rendement en dividendes ("dividend yield") moyen de votre portefeuille.

PT DCI Indonesia Tbk adalah perusahaan penyedia infrastruktur pusat data atau data center independen terkemuka di Indonesia yang menyediakan layanan penyimpanan server, pengelolaan ruang peladen, serta konektivitas jaringan berkapasitas tinggi bagi p...

Informasi mengenai kehidupan pribadi dan detail keluarga dari tokoh bisnis teknologi terkemuka Indonesia, Otto Toto Sugiri, sebagian besar dijaga privasinya dari sorotan publik media massa.

O salário na Amman Mineral (AMMN) varia drasticamente dependendo do nível do cargo, área de atuação e experiência do colaborador.

Ja, NSK-lager anses generellt vara av mycket hög kvalitet och tillhör den absoluta världstoppen inom industrin för kullager och rulllager. NSK (Nippon Seiko K.K.

Penghentian sementara perdagangan atau suspensi saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) oleh Bursa Efek Indonesia umumnya dipicu oleh pergerakan harga saham yang mengalami lonjakan di luar kebiasaan pasar atau biasa dikenal sebagai unusual market activity.

O principal produto ou serviço da DCI Indonesia (DCII) é o fornecimento de serviços de colocation em data center de alta disponibilidade.

No mercado de ações da Indonésia (IDX), onde as ações da DCI Indonesia (DCII) são negociadas, o tamanho padrão de um lote é de 100 ações.

A DCI Indonesia (DCII) está classificada no setor de Tecnologia, mais especificamente dentro do subsegmento de Serviços de TI e Infraestrutura de Dados.

Lanskap industri infrastruktur pusat data global didominasi oleh perusahaan-perusahaan raksasa penyedia colocation dan hyperscale berskala internasional yang mengelola ratusan fasilitas di berbagai benua.

Saham yang sedang berada dalam status suspend (penghentian sementara perdagangan oleh bursa efek) tidak dapat diperjualbelikan secara langsung melalui pasar reguler hingga pihak otoritas bursa atau emiten mencabut status penangguhan tersebut.

Industri infrastruktur pusat data global didominasi oleh beberapa perusahaan penyedia colocation dan hyperscale berskala multinasional raksasa yang mengelola ratusan fasilitas kritikal di berbagai benua untuk menopang ekosistem internet, komputasi aw...

Penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) oleh Bursa Efek Indonesia umumnya dilakukan sebagai langkah perlindungan investor ketika terjadi lonjakan harga yang luar biasa di luar kebiasaan pasar atau biasa diseb...

PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dikenal luas sebagai salah satu penyedia layanan pusat data (data center) tier-tier terkemuka dan paling andal di Indonesia.

PT DCI Indonesia Tbk dengan kode ticker saham DCII secara resmi melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 6 Januari 2021.

Investor dapat menarik atau membatalkan pesanan beli maupun jual saham (order withdrawal) kapan saja selama transaksi tersebut masih berada dalam status antrean atau belum dieksekusi oleh sistem bursa efek.

Keuntungan dari berinvestasi sebanyak 1 lot saham sangat bervariasi dan tidak bisa dipatok dengan angka pasti karena bergantung pada pergerakan harga saham (capital gain) serta pembagian dividen dari emiten bersangkutan.

Pemegang saham utama dan pengendali PT DCI Indonesia Tbk terdiri dari empat figur pendiri serta mitra strategis utama korporasi.

Harga 1 lot saham tidak memiliki nominal tetap karena sangat bergantung pada kebijakan harga emiten di bursa efek tempat saham tersebut diperdagangkan.

O IPO (Oferta Pública Inicial) da DCI Indonesia (DCII) na Bolsa de Valores da Indonésia (IDX) ocorreu no dia 6 de janeiro de 2021.

O DCI Indonesia (DCII) é frequentemente associado ao ecossistema do Grupo Salim, um dos maiores conglomerados industriais da Indonésia, liderado pela família Salim.

Pimpinan tertinggi sekaligus pendiri di balik kesuksesan PT DCI Indonesia Tbk, perusahaan penyedia layanan pusat data (data center) tepercaya pertama dan terbesar di Asia Tenggara, adalah Otto Toto Sugiri.

Secara teknis dan operasional di sebagian besar bursa efek modern, Anda dapat menjual kembali saham yang baru saja Anda beli dalam hitungan detik atau menit setelah transaksi pembelian tersebut berhasil dieksekusi (matched), tergantung pada jam opera...

Kantor pusat serta fasilitas infrastruktur pusat data utama yang dioperasikan oleh PT DCI Indonesia Tbk terletak di kawasan industri strategis di sekitar Jakarta dan Cikarang, Jawa Barat.

Pemilik infrastruktur pusat data (data center) terbesar di Indonesia adalah PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang didirikan dan dikendalikan oleh para tokoh pionir industri teknologi nasional, yakni Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, Han Arming Hanafia, se...